Design

Tips Membuat Desain Estetik Untuk Keperluan Cetak

Peran paling basic dari sebuah desain grafis adalah untuk menarik audience. Untuk membuat desain yang memenuhi unsur “estetik”, tentunya diperlukan pemahaman dan skill desain yang baik. Dalam bisnis percetakan hal tersebut juga penting. Itulah kenapa pelaku bisnis percetakan juga perlu tahu bagaimana membuat desain yang estetik sebelum memprosesnya ke mesin digital printing.

1. Pahami Produk yang Akan Didesain dan Dicetak

Apakah itu brosur, poster, spanduk atau banner, Anda harus memahami karakteristik dari produk yang ingin dicetak. Desain untuk brosur dan spanduk tentu saja berbeda. Begitu juga dengan produk cetak yang lain.

Perlu diingat, beda produk cetak beda juga media cetaknya. Gaya desainnya juga berbeda. Untuk itu, pastikan untuk menyesuaikan gaya desain dengan produk yang ingin cetak.

2. Kenali Audience

Kepada siapa desain tersebut ditujukan? Sebelum mulai mendesain, Anda harus paham siapa audience Anda. Ingat, setiap orang memiliki karakter dan ketertarikan yang berbeda. Dalam desain, ketertarikan inilah yang menjadi acuan dalam membuat desain yang tepat.

Desain yang bagus memiliki korelasi yang pas antara nilai-nilai dari sebuah brand dengan target pasarnya. Jadi untuk membuat desain yang bagus, Anda harus memperhatikan dua aspek tersebut, yakni nilai dari sebuah brand dan target pasarnya.

3. Fokus pada Pesan yang Ingin Disampaikan

Desain memang harus bagus. Tapi jika pesan yang ingin disampaikan gagal ditangkap audience, desain yang sudah dibuat justru jadi sia-sia. Saat membuat desain, jangan lupa bahwa tujuan dari sebuah desain adalah untuk menyampaikan pesan dengan cara yang mudah dipahami audience. Karena itu, akan lebih baik jika desain tetap dibuat sederhana namun tetap menarik secara estetika.

4. Konsisten dalam Membuat Desain

Saat membuat desain, pastikan untuk konsisten. Konsistensi bisa diaplikasikan dalam penggunaan jenis font yang digunakan, ukuran font, shape, hingga gaya ataupun gaya desain secara umum.

Gunakan elemen desain seperlunya. Hindari style yang terlalu beragam dalam sebuah desain. Dengan desain yang konsisten, audience juga jadi lebih mudah mencerna desain yang dibuat.

5. Gunakan Gambar atau Foto Beresolusi Tinggi

Untuk keperluan cetak, pastikan menggunakan gambar atau foto beresolusi tinggi. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi gambar pecah saat dicetak di media berukuran besar.

Sesuaikan juga format warna yang digunakan. Untuk tujuan cetak, format warna yang dipilih sebaiknya CMYK. Hal tersebut dilakukan agar apa yang ditampilkan di layar sama dengan hasil cetaknya nanti.

Desain yang dibuat untuk tujuan cetak membutuhkan perlakukan yang berbeda. Anda tidak bisa hanya fokus pada nilai estetikanya saja. Aspek fungsional dan kesesuaian dengan media cetak yang digunakan juga perlu diperhatikan. Jika ingin tahu lebih jauh tentang desain grafis dalam percetakan, cari tahu seluk beluknya disini.