Others

Adakah Pengaruh Social Media Terhadap Mental Remaja?

Adakah Pengaruh Social Media Terhadap Mental Remaja?

Penggunaan sosial media tidak bisa dipungkiri menjadi salah satu fenomena dan aktivitas rutin bagi remaja. Dalam satu hari, para remaja bisa lebih dari 30 menit searching, membuat konten dan mengecek konten di media sosial. Namun, adakah pengaruh social media tersebut terhadap kesehatan mental bagi remaja.

Ada Pengaruh ke Mental Remaja

Ketika ditanya, adakah pengaruh social media ke mental remaja, maka jawabannya adalah ada. Hal tersebut tertuang dalam penelitian di jurnal yang diterbitkan di JAMA Psychiatry.

Seperti yang dilansir dalam Halodoc, remaja yang menggunakan medsos lebih dari 3 jam per harinya, beresiko memiliki masalah mental khususnya di citra diri.

Adakah buktinya? Ada!

Di Amerika, 1 dari 6 remaja pernah mengalami penganiayaan online setidaknya 1 kali. Kondisi semakin buruk ketika hal tersebut memburuk ketika hal negatif dianggap lumrah dan dibenarkan.

Di sisi lain, kondisi negatif yang diterima di media sosial bisa ‘diteruskan’ ke pengguna medsos yang lainnya. Misalnya orang tersebut dibully, ia kemudian membully orang lain seakan menyalurkan emosi negatifnya atau agar orang tersebut merasakan hal yang sama.

Adakah Pengaruh Sosial Media Terhadap Mental Remaja?
Adakah Pengaruh Sosial Media Terhadap Mental Remaja?

Pengaruh Negatif Media Sosial Terhadap Mental Remaja

(baca: social media management)

Media sosial memang bisa mempengaruhi mental remaja. Namun, penggunaan medsos yang salah, misalnya terlalu terobsesi, akan membuat remaja juga mengalami hal negatif berikut:

  • Kecanduan Media Sosial

Tidak bisa dipungkiri, menggunakan media sosial memberikan kepuasan atau kesenangan tersendiri. Sayangnya, ketika hal tersebut tidak terkontrol dengan baik, Anda bisa kecanduan media sosial.

Dari penggunaan media sosial yang tidak kenal waktu ini, Anda bisa saja:

  1. Mengabaikan kehidupan pribadi.
  2. Cemas dan gelisah.
  • Kesepian

Siapa yang bisa menjamin kalau followers yang mencapai jutaan di media sosial seseorang bisa menjamin kebahagiaan seseorang.

Tidak sedikit yang merasakan kalau kebahagiaan di media sosial adalah semu dan palsu. Ini karena di kehidupan nyata, sangat jarang followers yang bisa menjadi teman dan bisa berada di sisi Anda dalam suka dan duka.

Di sisi lain, R,I,M Dunbar yang merupakan psikologi dan antropologi menyebutkan bahwa otak manusia punya keterbatasan menangani banyaknya pertemanan. Alhasil, hanya interaksi sosial secara langsung yang bisa menjaga hubungan dan pertemanan dengan orang lain.

Jadi, jangan kaget kalau orang yang famous di media sosial, bisa menjadi sangat kesepian di dunia nyata.

  • Depresi

Dari kesepian, perasaan negatif dan tekanan mental yang diterima dari media sosial, tak ayal membuat seseorang menjadi depresi dan kecemasan. Jika hal ini tidak diatasi dengan baik, depresi akan semakin parah dan berpengaruh pada kehidupan pribadi. Misalnya ada keinginan untuk bunuh diri.

Karena  pengaruh social media terhadap mental seseorang itulah, ada baiknya Anda menjaga diri agar tidak terlalu kecanduan menggunakan medsos. Dengan begitu, Anda bisa menjaga kesehatan mental baik di dunia maya atau di dunia nyata.